Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik(rumah tangga). diaman ada masyarakat disana berbagai jenis limbah akan dihasilkan. ada sampah organik maupun on organik, ada air dari WC(black water)
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah
a.volume limbah
b.kandungan bahan pencemar
c.frekuensi pengolahan dan penanganan limbah
Pada dasarnya pengolahan dan penanganan limbah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
a.pengolahan menurut tingkat perlakuan
b.pengolahan menurut karakteristik limbah
A. PENANGANAN LIMBAH AIR
proses pengolahan limbah cair telah dikembangakan sangat beragam, salah satu penanganan nya dengan isntalasi pengolahan air limbah (IPAL) IPAL meupakan sebutan bagi fasilitas pengolahan limbah cair limbah yang dibuang masyarakat industri. IPAL digunakan untuk mengolah limbah cair melalui berbagai proses untuk menghilangkan atau mengurangi bahan bahan pencemar (polutan) yang terkandung dalam limbah sehingga tidak melebihi baku mutu.
Proses Pengolahan IPAL dikelompokan sebagai berikut
1. pengolahan primer (primary treatment)
tahap pengolahan primer limbah cair dilakukan secara fisika
a. pertama, limbah yang mengalir melalui saluran pembuangan disaring mengunakan jeruji saring (bar screen) yang sering disebut sebagai penyaringan (screening) selanjutnya limbah yang telah disaring disalurkan ke suatu tangki atau tempat penampung yang berukuran relatif sangat besar
b. pengendapan,metode ini digunakan pada saat proses pengolahan primer limbah cair, didalam tangki tadi limba cair didiamkan agar partikel partikel padat yang tersuspeensi dalam air limbah dapat mengedap dalam tangki. endapan partikel akan membentuk lumpur kemudian dipisahkan dari air limbah kesaluran lain untuk diolah lebih lanjut
c.pengapungan (flotation)
digunakan untuk menyingkirkan polutan berupa minyak atau lemak. proses pengapungan meggunakan sebuah alat yang dapat menghasilkan gelembung gelembung udara berukuran kecil. gelembung udara akan membawa partikel partikel minyak dan lemak ke permukaan air limbah sehingga disingkirkan
2. pengolahan sekunder
pengolahan sekunder dilakukan secara biologi, yaitu melibatkan mikoorganisme yang dapat mengurai bahan organik. makroorganisme yang digunakan adalah bakteri aerob.
tiga metode pengolahan secara biologis umum digunakan yaitu metode penyaringan dengan tetesan (trickling filter) metode lumpur aktif (activated sludge) dan metode kolam perlakuan ( treatment ponds/lagoons)
a. metode trickling filter
bakteri aerob digunakan untuk mendegrsi bahan organik yang melekat pada suatu lapisan media kasar,yang disemprotkan ke permukaan media dibiarkan merembes melewati media. selama proses perembesan, bahan organik akan didegradai oleh bakteri aerob
b. metode activated sludge
dalam metode ini, limbah cair disalurkan ke sebuah tangki dan didalamnya limbah dicampur dengan lumpur yang kaya akan bakteri aerob
selama proses degradasi dibantu dengan pemberian gelembung udara untuk aeasi(pemberian oksigen) limbah disalurkan ke tangki pengedapan sementara lumpur disalurkankembali ketangki aerasi, setelah melalu proses ini limbah dapat dibungan ke lingkungan .
c. metode traetment ponds/lagoons
merupakan metode yang murah namun prosesnya berlangsung relatif lambat
3. pengolahan tersier ( tertiary treatment)
pengolahan tersier (tertiary treatment)
pengolahan tersier dilakukan jika setelah pengolahan primer dan sekunder masih terdapat zat yang dapat membahayakan lingkungan dan makhluk hidup. pengolahan tersier bersifat khusus pengolahan ini juga disebut dengan pengolahan lanjutan.
zat yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui proses seperti nitrat, fosfat dan garam-garaman.
4.desinfeksi (desinfection)
bertujuan untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen (penyebab penyakit)
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan senyawa untuk membunuh mikroorganisme
a.daya racun zat
b.waktu kontak yang diperlukan
c.efektivitas zat
e.kadar dosis yang digunakan
f.tahan terhadap air
g.biayanya murah
5.pengolahan lumpur (sludge treatment)
setiap tahap pengolahan limbah cair akan menghasilkan endapan polutan berupa lumpur, endapan lumpur hasil pengolahan limbah akan diolah dengan cara diurai secara anaerob (anaerob digestion) kemudian disalurkan ke beberapa alternatif, yaitu dibuang kelaut atau ke lahan pembuangan (landfill) dijadikan pupuk kompos atau dibakar (incinerated).
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah
a.volume limbah
b.kandungan bahan pencemar
c.frekuensi pengolahan dan penanganan limbah
Pada dasarnya pengolahan dan penanganan limbah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
a.pengolahan menurut tingkat perlakuan
b.pengolahan menurut karakteristik limbah
A. PENANGANAN LIMBAH AIR
proses pengolahan limbah cair telah dikembangakan sangat beragam, salah satu penanganan nya dengan isntalasi pengolahan air limbah (IPAL) IPAL meupakan sebutan bagi fasilitas pengolahan limbah cair limbah yang dibuang masyarakat industri. IPAL digunakan untuk mengolah limbah cair melalui berbagai proses untuk menghilangkan atau mengurangi bahan bahan pencemar (polutan) yang terkandung dalam limbah sehingga tidak melebihi baku mutu.
Proses Pengolahan IPAL dikelompokan sebagai berikut
1. pengolahan primer (primary treatment)
tahap pengolahan primer limbah cair dilakukan secara fisika
a. pertama, limbah yang mengalir melalui saluran pembuangan disaring mengunakan jeruji saring (bar screen) yang sering disebut sebagai penyaringan (screening) selanjutnya limbah yang telah disaring disalurkan ke suatu tangki atau tempat penampung yang berukuran relatif sangat besar
b. pengendapan,metode ini digunakan pada saat proses pengolahan primer limbah cair, didalam tangki tadi limba cair didiamkan agar partikel partikel padat yang tersuspeensi dalam air limbah dapat mengedap dalam tangki. endapan partikel akan membentuk lumpur kemudian dipisahkan dari air limbah kesaluran lain untuk diolah lebih lanjut
c.pengapungan (flotation)
digunakan untuk menyingkirkan polutan berupa minyak atau lemak. proses pengapungan meggunakan sebuah alat yang dapat menghasilkan gelembung gelembung udara berukuran kecil. gelembung udara akan membawa partikel partikel minyak dan lemak ke permukaan air limbah sehingga disingkirkan
2. pengolahan sekunder
pengolahan sekunder dilakukan secara biologi, yaitu melibatkan mikoorganisme yang dapat mengurai bahan organik. makroorganisme yang digunakan adalah bakteri aerob.
tiga metode pengolahan secara biologis umum digunakan yaitu metode penyaringan dengan tetesan (trickling filter) metode lumpur aktif (activated sludge) dan metode kolam perlakuan ( treatment ponds/lagoons)
a. metode trickling filter
bakteri aerob digunakan untuk mendegrsi bahan organik yang melekat pada suatu lapisan media kasar,yang disemprotkan ke permukaan media dibiarkan merembes melewati media. selama proses perembesan, bahan organik akan didegradai oleh bakteri aerob
b. metode activated sludge
dalam metode ini, limbah cair disalurkan ke sebuah tangki dan didalamnya limbah dicampur dengan lumpur yang kaya akan bakteri aerob
selama proses degradasi dibantu dengan pemberian gelembung udara untuk aeasi(pemberian oksigen) limbah disalurkan ke tangki pengedapan sementara lumpur disalurkankembali ketangki aerasi, setelah melalu proses ini limbah dapat dibungan ke lingkungan .
c. metode traetment ponds/lagoons
merupakan metode yang murah namun prosesnya berlangsung relatif lambat
3. pengolahan tersier ( tertiary treatment)
pengolahan tersier (tertiary treatment)
pengolahan tersier dilakukan jika setelah pengolahan primer dan sekunder masih terdapat zat yang dapat membahayakan lingkungan dan makhluk hidup. pengolahan tersier bersifat khusus pengolahan ini juga disebut dengan pengolahan lanjutan.
zat yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui proses seperti nitrat, fosfat dan garam-garaman.
4.desinfeksi (desinfection)
bertujuan untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen (penyebab penyakit)
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan senyawa untuk membunuh mikroorganisme
a.daya racun zat
b.waktu kontak yang diperlukan
c.efektivitas zat
e.kadar dosis yang digunakan
f.tahan terhadap air
g.biayanya murah
5.pengolahan lumpur (sludge treatment)
setiap tahap pengolahan limbah cair akan menghasilkan endapan polutan berupa lumpur, endapan lumpur hasil pengolahan limbah akan diolah dengan cara diurai secara anaerob (anaerob digestion) kemudian disalurkan ke beberapa alternatif, yaitu dibuang kelaut atau ke lahan pembuangan (landfill) dijadikan pupuk kompos atau dibakar (incinerated).


19.31
TAUFAN ARYA



